Sabtu, 05 April 2014

KHASIAT DAN MANFAAT KAYU SECANG UNTUK OSTEOPROSIS, ANTIOKSIDAN, BERSIH DARAH, BATUK DARAH, DIARE, BERAK DARAH,

Bila menyebutkan nama pohon secang, pikiran kita mungkin akan langsung tertuju pada nama minuman yang disebut wedang secang.  Wedang secang sendiri sudah menjadi minuman tradisional Indonesia yang banyak manfaatnya untuk kesehatan.   Tanaman Secang punya nama ilmiah Caesalpinia sappan dan nama lokalnya macam-macam umumnya disebut secang, sedang di daerah sumatra seperti di Aceh disebut seupeueng dan di daerah Minangkabau disebut Lacang, sopang (Toba), sepang (Sasak), supa (Bima), sepel (Timor), hape (Sawu), hong (Alor), sepe (Roti), sema (Manado), dolo (Poso), sapang (Makasar), sepang (Bugis), sepen (Halmahera selatan), savala (Halmahera Utara), sungiang (Ternate), roro (Tidore), sappanwood (Inggris), dan suou (Jepang).


Secang biasa tumbuh liar di lahan kosong, namun tak jarang masyarakat desa menanamnya sebagai pagar rumah atau pagar kebun.  Pohon secang tingginya bisa mencapai 10 meter. Ciri khasnya adalah kulit kayunya mengeluarkan cairan kemerahan bila dikupas. Secang diperkirakan berasal  dari Asia Tenggara dan banyak ditemukan di Indonesia.


Bagian batang  tanaman secang dapat mengeluarkan warna merah alami dan dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan dan minuman. Pemanfaatan dari secang selama ini paling banyak adalah di bagian kayunya, baik untuk rempah maupun pewarna alami.   Rasa secang dari kayunya sedikit asam dan segar. Untuk dibuat menjadi minuman wedang secang biasanya dibuat dengan menambahkan kapulaga dan jahe merah. Efek yang dirasakan setelah meminum wedang secang adalah rasa hangat yang menjalar ke seluruh tubuh. Namun, selain untuk  menghangatkan badan, secang juga memiliki khasiat lainnya yang sangat baik.   Kayu secang juga memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi.   Suku Bugis, Sulawesi Selatan sejak lama memanfaatkan kayu secang untuk mengobati gejala tulang keropos atau osteoporosis disamping digunakan dalam campuran minuman sehari hari.
Kayu secang memiliki efek sebagai anti osteoporosis terutama dalam menstimulasi proliferasi osteoblastic sel. Penelitian ini juga menguatkan laporan sebelumnya yang menunjukkan bahwa efek antioksidan dan kandungan yang kaya akan flavanoid dari tumbuhan ini merupakan suatu faktor yang berpengaruh dalam memberikan aktifitas sebagai antiosteoporosis.

Manfaat Obat Tradisonal dari Tanaman Secang

1. Pembersih darah:
Satu genggam kayu secang kering direbus bersama satu sendok ketumbar dan daun trawas. Rebus hingga mendidih. Minum selagi hangat.

2. Diare;
Ambil 5 gram kayu dipotong kecil-kecil lalu direbus dengan 2 gelas air bersih. selama 15 menit. Setelah dingin disaring, dibagi menjadi 2 bagian. Minum pagi dan sore hari.

3. Batuk darah:
Ambil 1 1/2 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas, Setelah dingin disaring, minum. Sehari 3 x 3/4 gelas.

4. Radang selaput lendir mata:
Ambil 2 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, airnya dipakai untuk merambang mata yang sakit.

5. Berak darah:
Ambil 1 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin
disaring lalu diminum dengan madu seperlunya. Sehari 2 x 3/4 gelas.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Tak heran banyak yang dibuat Tasbih Secang Merah

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes